5 Cara Diversifikasi Investasi yang Tepat Bagi Investor Pemula

Anonim

Inpopedia.com5 Cara Diversifikasi Investasi yang Tepat Bagi Investor Pemula

Saat ingin berinvestasi, pastikan untuk tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen investasi yang sama. Oleh sebap itu, Deversifikasi dalam instrumen investasi sangat penting di terapkan bahkan banyak para investor ulung juga memiliki pendapat yang sama akan hal ini.

Apa itu diversifikasi di dalam investasi?

Diversikasi investasi mengarah pada keputusan untuk mengalokasikan dana investasi tidak hanya pada satu tempat. Ketika melakukan diversifikasi investasi, artinya anda membagi dana untuk disebar ke berbagai jenis instumen investasi lainnya dengan harapan dapat meminimalkan risiko kerugian, sekaligus memperbesar kesempatan untuk meraih keuntungan.

Dengan memisahkan dana ke berbagai instrumen investasi yang berbeda-beda, maka risiko kerugian dari  investasi bisa dikurangi. Sekalipun ada beberapa instrument yang menyebabkan kerugian namun masih ada harapan keuntungan di instrumen investasi lainnya.

5 Cara Diversifikasi Investasi yang Tepat Bagi Investor Pemula

Tujuan Diversifikasi Investasi

Diversifikasi adalah strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan kebebasan financial. Dengan diversifikasi terencana, target keuntungan dan kerugian bisa diprediksi secara berkala 

Berikut beberapa tujuan diversifiasi yang sering dilakukan:

  1. Meminimalkan Risiko Kerugian.
  2. Nilai Investasi Lebih Pasti.
  3. Lebih Fleksibel dengan perencanaan investasi jangka pendek/menengah/jangka panjang.
  4. Memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar

Cara Diversifikasi Investasi

1. Kenali Profil Risiko

Salah satu tujuan diversifikasi adalah membuat anda lebih fleksibel dalam mengambil keputusan dalam mengelola resiko. Untuk itu, anda harus lebih memahami tetang seberapa dalam risiko yang dapat anda terima.

Apabila berinvestasi untuk tujuan jangka panjang dengan dana bebas dan hampir tidak memiliki utang, anda bisa melakukan diversifikasi ke instrumen-instrumen berisiko tinggi yang lebih menjanjikan keuntungan besar. 

Sebaliknya, apabila dalam berinvestasi masih menggunakan dana terbatas, yang bisa sekali-sekali dipakai dalam waktu di bawah 5 tahun, maka lebih baik disarankan untuk menaruh dana ke instrumen investasi yang lebih aman, seperti deposito atau reksadana pendapatan tetap. 

2. Perencanaan Target Finansial

Jangan memilih instrumen investasi apa saja yang ingin diversifikasi sebelum memastikan target finansial dari investasi yang dilakukan. Bagaimana pun, penanaman dana dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang bisa dipakai untuk memenuhi target keuangan. Jangan sampai, Anda hanya melakukan penanaman dana, tetapi target keuangan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Target finansial baiknya dibagi ke beberapa periode waktu. Tetapkan target finansial dalam jangka pendek atau di bawah 5 tahun. Setelah itu, maksukkan target finansial apa saja yang hendak Anda raih dalam jangka menengah ataupun jangka panjang. Setelah semuanya pasti, barulah diversifikasi bisa dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan keuangan yang sudah dibuat.

3. Buat Perbandingan Rasio

Profil risiko sudah diketahui dan target finansial sudah ditetapkan, kini saatnya Anda membuat perbandingan rasio untuk setiap jenis instrumen investasi yang dipilih. Anda perlu memastikan untuk membuat rasio investasi, yang memiliki karakteristik beragam dari sisi risiko maupun jangka waktu, berdasarkan profil risiko dan tujuan keuangan. 

Perbandingan rasio investasi secara umum menaruh lebih banyak dana di instrument berisiko tinggi untuk keperluan jangka panjang. Idealnya, Anda bisa menaruh 60% dana di saham untuk target jangka panjang. Sisa 40% dana bisa ditempatkan di instrumen yang lebih aman, seperti emas, reksadana, ataupun obligasi. Jika ingin perputaran dana yang lebih cepat dan siap menanggung risiko lebih tinggi, Anda bisa menaruh sebagian sisa dana investasi ke peer-to-peer lending.

4. Diversifikasi Instrumen investasi

Diversifikasi pada tiap instrumen investais juga harus dilakukan guna miminimalisir kerugian yang akan terjadi.

Sebagai contoh, jangan menaruh dana untuk saham pada satu perusahaan saja. Pecah penempatan dana tersebut ke beberapa perusahaan dari sektor yang berbeda. Jadi apabila ada krisis yang membuat kondisi suatu perusahaan di sektor tertentu menjadi lesu, maka dana Anda masih bisa berkembang baik karena ada penopang dari instrumen lain yang berbeda sektor. 

5. Rutin Atur Ulang Portofolio

Tidak benar jika Anda hanya mengatur diversifikasi diawal penempatan investasi saja. Investasi yang baik, adalah investasi yang rutin dalam mengatur ulang portofolio yang dimiliki. 

Pengaturan ulang amat penting, karena risiko keuangan setiap orang bisa berbeda-beda dan berubah setiap waktu. Selain itu, ada kemungkinan kinerja dari salah satu instrumen investasi yang telah Anda sebelumnya mengalami perubahan sehingga hasil tidak sesuai yang diharapankan. 

Oleh sebap itu, sering-seringlah melakukan pengecekan dan evaluasi portofolio secara rutin. Anda bisa melakukan evaluasi investasi tiap 3 hingga 6 bulan sekali. Sehingga perubahan yang dapat dilakukan pada diversifikasi investasi pun dapat disesuaikan dari hasil evaluasi nilai investasi dan profil risiko terbaru.

Anonim
Hallo im here
Komentar