Pahami Peluang dan Resiko Investasi Reksadana

Anonim

Belajar cara berinvestasi serta memahami terkait resiko Investasi reksadana

Investasi saat ini bukan lagi hal yang tabu, seiring dengan banyaknya jenis investasi membuat semua orang saat ini bisa berinvestasi dengan cara yang sangat mudah, salah satunya adalah dengan berinvestasi di Resadana. 

Ada 4 jenis Investasi reksadana yaitu Reksadana Saham, Reksadana campuran, Reksadana pasar uang dan obligasi. Namun sebelum memutuskan untuk berinvestasi di reksadana, ada baiknya kamu membaca artikel ini tentang  Pentingnya memahami Peluang dan Resiko Investasi Reksadana.

Pahami Peluang dan Resiko Investasi Reksadana

Secara garis besar, Reksadana adalah wadah untuk menghimpun/mengumpulkan dana investasi yang selanjutnya dana ini akan dikelola oleh pihak Manajer Investasi yang sudah berpengalaman. Oleh sebap itu tidak sembarang orang yang diperbolehkan untuk mengelola dana investasi ini harus bersertifikat dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

# Memahami Jenis - Jenis Reksadana

Seperti yang kami jelaskan diatas, ada 4 jenis Reksadana. Dari ke 4 jenis ini kalian harus mengetahuinya kerana setiap jenis reksadana memiliki level resiko yang berbeda-beda. Pahami dengan baik ke 4 hal ini agar tidak salah berinvestasi. Setelah itu sesuaikan dengan kemampuan finansial serta peranan emosi pribadimu agar dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman. Berikut beberapa jenis Reksadana yang wajib diketahui :

1. Reksadana Saham

Reksadana saham memiliki profil resiko paling tinggi diantara jenis lainnya, hal ini dikarenakan hasil imbal balik yang diberikan juga sangat tinggi mencapai 18 persen dalam setahun. Perlu di ingat bahwa Reksadana Saham adalah jenis investasi jangka panjang, jadi kamu jangan kaget apabila terjadi penurunan nilai yang diakibatkan fluktuasi pasar modal pada tahun-tahun tersebut. Durasi yang tepat untuk berinvestasi saham sebaiknya pada kurun waktu lebih dari 5 hingga 20 tahun.

2. Reksadana Campuran

Reksadana Campuran merupakan jenis investasi campuran dari beberapa jeni investadi misalnya antara saham dan obligasi. Level resiko dari Reksadana campuran ini merupakan level resiko menengah atau lebih kecil jika dibandingkan Reksadana Saham, begi juga dengan imbal balik yang diberikan tidak akan setinggi saham. Kamu bisa menggunakan jenis investasi ini untuk keperluan di atas 3 tahun.

3. Reksadana Obligasi 

Reksadana Obligasi menempati urutan ketiga dengan level resiko menengah-kecil dengan imbal balik atau return yang setara dengan level tersebut, yupp..nilainya akan berada di bawah Reksadana Campuran. Investasi ini  berisikan surat utang berharga baik negara ataupun korporasi/perusahaan. Kamu bisa menggunakan jenis reksadana ini untuk keperluan di bawah 3 tahun.

4. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah jenis investasi yang cendrung stabil dan banyak diminati oleh investor pemula, kerana resiko yang dimiliki sangat kecil dibandingkan jenis investasi reksadana lainnya. 

Reksadana pasar uang merupakan dana tunai atau obligasi yang akan jatuh tempo sehingga imbal balik yang diberikan akan lebih kecil namun nilanya bisa dibilang sedikit lebih baik di/atas deposito. Reksadana Pasar Uang sangat cocok untuk berinvestasi jangka pendek yakni kurang dari satu tahun, tujuannya untuk menjaga likuiditas tabungan kamu agar tetap stabil bahkan mendapat imbal balik.

# Memulai Mencoba Berinvestasi dengan Minimum Modal

Kini semakin banyak dan berkembang aplikasi atau platform untuk memudahkanmu berinvestasi, seperti Bareksa, Bibit, hingga Ajaib yang bisa menjadi salah satu referensi untuk memilih manajemen investasi yang tepat. Perlu dipahami bahwa penentu harga Reksadana adalah kesuksesan dan strategi tiap-tiap manajer investasi dalam mengelola keuangan para investornya. Kenali kelebihan dan kekurangan manajemen investasi yang sesuai dengan dirimu. Cobalah Memulai dengan nominal kecil terlebih dahulu.

#Diversifikasi Investasi

Lakukan diversifikasi investasi untuk mengurangi resiko dari investasi untuk lebih lengkapnya silahkan baca artikel kami mengenai 5 Cara Diversifikasi Investasi yang Tepat Bagi Investor Pemula.

# Menentukan Target Investasi

Menentukan Target adalah terpenting lainnya untuk target goal berinvestasi. Tentukan goals kamu terlebih dahulu, misalnya kebutuhan paling diinginkan di masa mendatang, berinvestasi untuk dana pernikahan atau dana pensiun. Kemudian setting waktu, misalkan 3 tahun atau 10 tahun. Dan terakhir sesuaikan dengan jenis Reksadana yang telah kamu pahami tadi, hal tersebut berguna untuk mengurangi resiko-resiko yang tidak diinginkan.

# Menerima Peluang serta Resiko

Dalam berinvestasi akan selalu ada resiko, karena investasi tidak akan selamanya dalam kondisi baik/menguntungkan. Mengetahui terlebih dulu tentang resiko akan jauh lebih baik agar bisa memahami serta menerima dan tidak menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Berikut beberapa resiko yang wajib diketahui investor Reksadana :
  • Tidak adanya jaminan dari pemerintah, jika reksadana mengalami kerugian maka akan ditanggung oleh individu/masing-masing investor.
  • Tidak adanya proteksi jiwa karena memang murni investasi dan tidak dapat digantikan atau dilanjutkan pihak manapun.
  • Kedisiplinan mandiri, keinginan dan pengetahuan akan pasar modal sangat dibutuhkan karena apabila lalai maka investor kehilangan momentum. 
  • Reksadana pun bisa dibubarkan kapanpun atau suspend sementara, pastikan memilih reksadana yang memiliki kinerja baik.
  • Pencairan dana harus menunggu.
Anonim
Hallo im here
Komentar